Lewat suara lunak, ibu ini langsung berbisik, "Engkau sedang memandang fajar nak. Ini kukatakan kepadamu, kelak engkau menjadi orang yang mulia. Engkau akan menjadi pemimpin dari rakyat kita, karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi di saat fajar mulai menyingsing."

Ibunya melanjutkan, bahwa orang Jawa percaya bahwa seseorang yang dilahirkan di saat matahari terbit, nasibnya ditakdirkan terlebih dahulu.

Dia membisikkan juga pada Soekarno kecil untuk jangan melupakan pesan itu.

"Jangan sekali-kali kau lupakan nak, bahwa engkau ini putera dari sang fajar," ujarnya.

Baca juga: Dinas Kebudayaan Sleman Gelar Pertunjukan Wayang Orang Secara Daring