Baca Juga: 7 Aturan Baru untuk Jemaah Haji 2024

1. Membuat Video dengan Durasi Terlalu Lama

Pada prinsipnya, otoritas Saudi cukup longgar dalam hal pembuatan rekaman video atau audio. Banyak jemaah yang merekam saat kumandang azan, proses tawaf, sai, tahalul, berdoa di Raudlah, dan lain sebagainya.

Aturan larangan selfie pun kadang ketat, kadang lentur, tergantung pada kepandaian jemaah memanfaatkan situasi dan kelengahan petugas atau askar.

Namun, jika pengambilan video dilakukan dalam durasi yang cukup lama dan bersifat statis, biasanya akan menimbulkan kecurigaan. Terutama jika perekaman itu menggunakan alat pendukung seperti tripod, lampu, mikrofon khusus, kabel audio-video, dan sebagainya.