Perwakilan guru pembimbing riset MAN 1 Kendari, Patmawati, menjelaskan bahwa para murid harus melalui proses panjang sebelum dinyatakan lolos sebagai finalis. Tahapan tersebut meliputi penyusunan ide, penelitian lapangan, hingga seleksi naskah.

Menurut Patmawati, persiapan menuju babak final kini difokuskan pada penyempurnaan materi presentasi dan media pameran. Para murid juga menjalani penguatan mental untuk menghadapi penilaian dewan juri.

“Persaingan di tingkat nasional sangat kompetitif, namun para tim membuktikan bahwa kualitas gagasan dan metodologi riset mereka mampu bersaing secara nasional. Menjelang keberangkatan ke Yogyakarta pada Oktober nanti, fokus kami adalah pemantapan presentasi, pembuatan media pameran, serta penguatan mental bertanding agar seluruh tim tampil maksimal di hadapan dewan juri,” jelas Patmawati.

Babak final KREASI 2026 menjadi kesempatan bagi keenam tim untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah mereka susun di hadapan dewan juri. Persiapan tersebut diharapkan membantu para murid menyampaikan gagasan dan hasil riset secara terstruktur selama kompetisi berlangsung.

Pihak MAN 1 Kendari berharap pencapaian ini dapat mendorong murid lainnya untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan inovasi, sekaligus memperluas partisipasi dalam kompetisi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. (D-Adv)