Sementara itu, secara tehnis Kadis TPHP Muna, La Ode Anwar Agigi mengatakan, 10 ton jagung yang dipanen tersebut sudah siap dibeli oleh salah satu pengusaha lokal. Harga jualnya Rp 5.000 per Kg dengan kadar air 15 persen.
"Sudah disepakati (pembeliannya), tinggal menunggu jagung selesai diolah," timpalnya.
Mantan Sekretaris Dinaa PUPR itu mengaku, dalam dua bulan terakhir akibat curah hujan yang tinggi membuat beberapa lokasi mengalami gagal panen.
Namun, itu tidak jadi masalah. Penanaman akan dilakukan kembali dengan memanfaatkan benih bantuan yang tersedia.
"Stok benih kita masih banyak. Kita akan kembali salurkan ke kelompok tani untuk ditanam," terangnya. (B)
