"Korban yang selamat sebanyak 342 orang, meninggal dunia 33 orang dan hilang 17 orang, sehingga total keseluruhan adalah 392 orang," ungkapnya, Selasa (27/12/2022).

Penurunan kasus kecelakaan ini menurut Aris, terjadi karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam melaksanakan aktivitas baik menggunakan transportasi udara, kapal, darat dan kegiatan lainnya.

Basarnas menyebut sepanjang tahun 2022, jumlah operasi penyelamatan terhadap kecelakaan kapal didominasi di wilayah perairan Kabupaten Wakatobi, yakni 38 kasus.

Kasus terakhir yang ditangani Basarnas Kendari ialah kasus ternggelamnya siswa SD di Kecamatan Poasia dengan korban APK (10). APK tenggelam di tambak sekitar Teluk Kendari di jalan Madusila. Korban ditemukan setelah mendapat bantuan pencarian korban menggunakan drone.

“Berkat bantuan drone masyarakat juga, Tim SAR berhasil menemukan korban,” ujar Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Wahyudi.