"Jagung yang ditanam itu untuk makanan manusia, yang tidak masuk spesifikasi, dijadikan pakan ternak," kata Bachrun, Kamis (20/7/2023).
Ke depan, ia juga akan mengintruksikan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menanam jagung di lahannya masing-masing.
"Minimal satu hektare per orang. Toh, hasilnya mereka juga yang terima nantinya," timpalnya.
Nantinya, jagung-jagung yang telah dipanen dari 68 desa itu tinggal dibawa ke pabrik. Di sana, langsung dibeli sesuai harga pasaran.
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Fajaruddin Wunanto menerangkan, DD dialokasikan untuk ketahanan pangan sebesar 20 persen. Nah, desa tinggal menggunakan sesuai potensi wilayahnya masing-masing. Misalnya, untuk penanaman jagung, rumput laut dan paternakan.
