4. Agar dipuji manusia

Setan membisikkan kepada seorang hamba untuk mengerjakan ibadahnya sebagus mungkin agar orang-orang tahu bahwa ia seorang ahli ibadah. Jika Allah melindungi hamba tersebut dan dia menolak bisikan itu dengan mengatakan, “Apa perlunya aku beramal untuk dilihat manusia. Cukup bagiku penglihatan Allah Ta'ala?” Maka setan akan melanjutkan dengan menggunakan cara yang kelima.

5. Mengagumi amal sendiri

Setan ingin menjerumuskan seorang hamba pada perbuatan ujub (mengagumi amal sendiri), dengan mengatakan, "Betapa hebatnya kamu, dan betapa bersemangatnya kamu dalam beramal ibadah."

Jika Allah Ta'ala melindungi hamba tersebut yang kemudian menolak pujian itu dengan mengatakan, “Anugerah itu milik Allah yang diberikan kepadaku. Dialah yang menentukannya kepadaku dengan taufik-Nya dan menjadikan amalku memiliki nilai yang besar. Kalau bukan karena anugerah-Nya, maka apalah nilai amal ini di samping nikmat Allah Ta'ala yang telah diberikan kepadaku, juga di samping kedurhakaanku kepada-Nya." Maka setan pun akan melanjutkan dengan menggunakan cara yang keenam.