6. Siasat

Cara ini yang paling dahsyat, yang tidak banyak diketahui orang kecuali yang memiliki hikmah. Setan mengatakan kepada seorang hamba, “Bersungguh-sungguhlah kamu beramal ibadah dengan rahasia, karena Allah yang menampakkan ibadah dan ketaatanmu itu ke masyarakat, dan itu akan membuatmu dikenal banyak orang.” Setan mengatakan demikian agar seorang hamba merasa riya.

Jika Allah Ta'ala melindungi hamba itu dan ia menolak tipu daya setan dengan mengatakan, “Hai makhluk terlaknat, sampai saat ini kamu telah mendatangi aku dari berbagai sisi yang akan merusak amalku. Sekarang kamu mendatangi aku dari sisi yang sepertinya baik padahal bermaksud merusak. Aku ini hanyalah hamba Allah, dan Dia adalah majikanku.

Apabila Dia berkehendak, maka amal ibadahku akan ditampakkan-Nya atau disembunyikan-Nya. Jika berkehendak, Dia akan menjadikanku sebagai orang yang terpandang atau seorang yang hina. Itu bergantung kepada-Nya semata. Aku tidak peduli, apakah hal itu ditampakkan pada manusia atau tidak ditampakkan. Sebab, tidak ada kekuasaan apa-apa di tangan mereka.” Maka setan akan melanjutkan dengan menggunakan cara yang terakhir.

7. Siasat terakhir