Setan berkata, “Wahai manusia, janganlah kamu menyusahkan diri dengan melakukan amal ibadah seperti itu. Sebab, jika Allah telah menetapkan kamu sebagai orang yang bahagia di alam akhirat kelak, maka kamu meninggalkan ibadah pun tidak berpengaruh apa-apa. Kamu tetap akan menjadi orang yang berbahagia. Sebaliknya, jika kamu telah ditetapkan oleh-Nya sebagai orang yang celaka, tidak ada gunanya kamu beramal ibadah, karena kamu tetap akan celaka di akhirat nanti. Karena semuanya telah ditetapkan takdirnya oleh Allah, maka perbuatan baik atau burukmu tidak berpengaruh apa-apa terhadap nasibmu di akhirat kelak.”

Baca Juga: Diajarkan Rasulullah, Doa Terhindar dari Kematian yang Mengerikan

Jika seorang hamba dilindungi oleh Allah dan ia menolak bujukan setan itu dengan mengatakan, “Aku hanyalah seorang hamba dan hamba itu harus menjalankan perintah untuk menyembah-Nya. Sedang Allah itu lebih tahu mengenai Rububiyyah-Nya, Dia dapat menghukum siapa saja yang Dia kehendaki dan dapat melakukan apa saja yang Dia inginkan. Bagaimana pun juga, beramal itu lebih bermanfaat bagiku."

Sebab, jika aku diciptakan bahagia, maka aku tetap membutuhkannya untuk menyempurnakan pahalaku. Jika aku celaka, maka aku tetap membutuhkannya, agar aku tidak menyesali diriku nantinya. Karena Allah tidak akan mencelakakan dan menyiksaku lantaran aku taat kepada-Nya. Kalaupun aku dimasukkan ke dalam neraka karena ketaatanku, maka itu lebih aku sukai daripada aku dimasukkan ke dalam neraka karena perbuatan durhaka yang telah aku lakukan."

Melansir NU Online, ada beberapa cara untuk menggagalkan godaan setan.