KENDARI, TELISIK.ID - Hari kiamat adalah peristiwa kehancuran alam semesta beserta isinya, sekaligus menjadi tanda bahwa kehidupan di dunia telah berakhir.

Pada hari kiamat kelak, Allah SWT akan membentangkan bumi ini seperti tikar atau kulit yang dilepas dari dagingnya. Bumi akan menjadi rata menjadi hamparan padang luas tempat berkumpul umat manusia. Keadaan itu telah dijelaskan oleh Allat SWT dalam Al-Qur'an sebagai berikut :

“Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Rabb-Nya, dan sudah semestinya patuh, dan apabila bumi diratakan,” (QS. Al-Insyiqaaq : 1-3.).

Dikutip dari rri.co.id, adapun makna dari bumi tidak akan dibentangkan kecuali jika langit terbelah dan itu terjadi pada hari kiamat. Bumi pun membentang, tidak ada di dalamnya lembah, pepohonan, bangunan, dan gunung, tetapi semuanya rata.

Manusia akan digiring di atasnya dalam keadaan seperti yang dijelaskan di atas. Bumi dibelah oleh Allah dan matahari didekatkan dengan makhluk hingga jarak satu mil atau akan lebih dekat dari itu, yang jelas sangat dekat dengan kepala. Kita percaya bahwa ada di antara manusia yang selamat dari sengatan terik matahari itu.