Saat peninjauan lapangan, nampak dari gudang tersebut mengalami kerusakan, di antaranya bagian atap dan tiang plafon yang terlihat cukup rapuh.
"Kenapa tidak bisa dipergunakan sebagian untuk revitalisasi? Toh juga sebenarnya pungutan ini kita ambil dari pengusaha atau masyarakat itu harus kembali ke mereka. Kenyamanan mereka untuk berusaha dan mencari nafkah," jelasnya.
Selain itu, terlihat di lapangan struktur bangunan tersebut juga sudah tak layak, pada bagian dindingnya mulai lapuk serta atapnya rusak di hampir semua bangunan diterjang angin.
Seorang penyewa, Herman menyayangkan keterlambatan penanganan gudang agribisnis. Ia juga meminta pada pemkot untuk segera mencarikan solusi.
Kata Herman, harga sewa per pintu atau 1 lokal sebesar Rp 7 juta per bulan, tapi rata-rata warga menyewa 2 pintu dengan total Rp 14 juta.
