JAKARTA, TELISIK.ID - Fenomena video viral 2026 kembali memicu pencarian tinggi, namun sejumlah link yang beredar diduga mengandung phishing, scam, dan ancaman keamanan digital.
Fenomena video viral kembali mendominasi ruang media sosial sepanjang 2026. Sejumlah kata kunci mendadak ramai dicari netizen melalui TikTok, X, hingga Telegram dengan klaim konten berdurasi tertentu yang disebut sebagai “full tanpa sensor”.
Di tengah tingginya rasa penasaran publik, banyak tautan yang beredar justru tidak mengarah ke konten asli. Sebagian di antaranya diduga merupakan upaya phishing, scam, hingga penyebaran malware yang berpotensi mengganggu keamanan perangkat dan data pengguna.
Melansir dari laman Fajar, Senin (25/5/2026), pola penyebaran ini tidak lepas dari cara kerja algoritma media sosial. Ketika satu kata kunci mulai banyak dicari, sistem secara otomatis merekomendasikan topik serupa kepada pengguna lain. Kondisi ini membuat sebuah isu cepat menyebar, meski kebenaran kontennya belum terverifikasi.
Selain itu, terdapat pihak yang memanfaatkan tren tersebut untuk menyebarkan tautan palsu. Tujuannya beragam, mulai dari meningkatkan jumlah klik, memperoleh keuntungan iklan, hingga mengumpulkan data pengguna secara tidak sah.
