Ada pula matcha, yaitu tipe teh hijau yang mengandung epigallocatechin gallate (EGCG) tingkat tinggi. EGCG adalah senyawa polifenol memiliki sifat antioksidan dan anti inflamasi yang kuat. Nah, mengonsumsinya dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung.
Studi dalam Journal of Ethnopharmacology tahun 2018 menunjukkan bahwa EGCG membantu mencegah aterosklerosis, penumpukan zat lemak di dinding arteri, dan dapat membantu mengurangi peradangan dan kerusakan sel.
Inilah sebabnya mengapa asupan teh hijau telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke dalam banyak penelitian.
2. Air putih
Menurut Natalia Dmitrieva, PhD, peneliti dari National Institutes of Health (NIH), mempertahankan hidrasi yang baik dapat memperlambat bahkan mencegah perubahan dalam jantung yang menyebabkan gagal jantung. Dengan minum setidaknya delapan gelas air sehari dapat membantu mengurangi risiko gagal jantung.
