JAKARTA, TELISIK.ID - Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, banyak orang mencari peluang untuk menambah penghasilan melalui pekerjaan paruh waktu.

Tawaran semacam ini sering kali muncul di media sosial, lengkap dengan janji gaji besar dan pekerjaan ringan seperti klik, like, atau membagikan tautan.

Namun di balik kemudahan itu, tersimpan jebakan yang bisa membuat siapa pun kehilangan uang dalam waktu singkat.

Fenomena penipuan berkedok kerja paruh waktu kini marak di berbagai platform digital, menjerat korban dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

Mabes Polri bahkan telah turun tangan mengusut jaringan internasional yang beroperasi dari luar negeri. Beberapa pelaku diketahui berasal dari China daratan dan menggunakan negara ketiga seperti Kamboja atau Dubai sebagai basis operasional.