Terakhir, bagian organ yang cepat dirusak dari merokok adalah otot dan tulang. Hal ini dapat terjadi karena merokok menurunkan aliran darah dan oksigen ke otot, yang mempersulit pembangunan otot.

Akibatnya, perokok akan kekurangan oksigen yang membuat otot lebih mudah lelah. Dengan demikian, perokok lebih sering mengalami nyeri otot daripada bukan perokok.

Selain itu, asap rokok yang mengandung bahan kimia dapat mengganggu siklus alami kesehatan tulang. Akibatnya, tubuh kurang mampu membentuk jaringan tulang baru yang sehat, dan merusak jaringan tulang yang ada lebih cepat. 

Parahnya lagi, apabila merokok ini masih dilakukan hingga lama, dapat memicu penipisan jaringan tulang dan hilangnya kepadatan tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh.

Dibandingkan dengan bukan perokok, perokok memiliki risiko patah tulang yang lebih tinggi, dan tulang yang patah membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.