"Penanaman jati itu dalam rangka mengangkat kembali nama daerah yang dikenal sebagai penghasil jati terbesar di Indonesia," ujarnya.
Tentunya dalam penanaman jati itu, akan melibatkan masyarakat. Masyarakat yang menanam dan merawat hingga jati itu bisa diolah. Hasilnya, nanti akan dibagi antara perusahaan, Pemkab dan masyarakat.
"Program ini tidak akan merugikan masyarakat," ujarnya.
Untuk menyambut kedatangan menteri, kini Pemkab tengah melakukan persiapan. Utamanya lokasi yang akan dilakukan penanaman perdana jati nuklir di Kecamatan Tongkuno. (B)
Reporter: Sunaryo
