KENDARI, TELISIK.ID - Sebentar lagi di beberapa kota di Indonesia akan terjadi gerhana bulan total yang diungkapkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dikutip dari akun Instagram @lapan_ri.
Gerhana bulan total terjadi saat posisi bulan-matahari-bumi sejajar. Hal ini membuat bulan masuk ke umbra (bayangan inti) bumi. Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah.
Dikutip dari Okezone.com, Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, menjelaskan bahwa gerhana bulan total terjadi ketika fase bulan purnama. Namun tidak semua fase bulan purnama dapat mengalami gerhana bulan.
Orbit bulan yang miring 5,1 derajat terhadap ekliptika dan waktu yang ditempuh bulan untuk kembali ke simpul yang sama lebih pendek 2,2 hari dibandingkan dengan waktu yang ditempuh bulan agar berkonfigurasi dengan bumi dan matahari dalam satu garis lurus, sehingga bulan tidak selalu berada di bidang ekliptika ketika purnama.
Gerhana bulan total terjadi dengan beberapa fase yaitu awal penumbra (P1), awal sebagian (U1), awal total (U2), puncak gerhana, akhir total (U3), akhir sebagian (U4), dan akhir penumbra (P4) dengan total durasi 1 jam 24 menit dan 58 detik.
