Namun, Sukarno tetap teguh pada pendiriannya. Ia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan besar yang berdampak luas bagi bangsa. Sukarno mengingatkan bahwa keputusan ini tidak boleh diambil dengan tergesa-gesa dan harus mempertimbangkan berbagai aspek.
Golongan muda, yang semakin frustrasi, bahkan mengancam Sukarno untuk segera mengumumkan kemerdekaan atau menghadapi konsekuensi yang serius. Namun, Sukarno menjawab dengan tegas bahwa keputusan sebesar itu harus diambil dengan hati-hati dan melalui musyawarah bersama tokoh-tokoh lainnya.
2. Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945
Peristiwa penting berikutnya terjadi pada 16 Agustus 1945, ketika Sukarno dan Hatta diculik oleh golongan muda dan dibawa ke Rengasdengklok. Di tempat tersebut, Sukarni kembali mempertanyakan mengapa proklamasi kemerdekaan harus dilakukan pada tanggal 17 Agustus. Sukarno menjawab bahwa tanggal tersebut dipilih karena alasan mistik dan kepercayaan pribadi. Ia merasa bahwa tanggal 17, yang jatuh pada hari Jumat di bulan suci Ramadan, adalah waktu yang paling tepat dan penuh berkah untuk mengumumkan kemerdekaan.
Baca Juga: Makna Kemerdekaan bagi Kaum Perempuan
