Baca juga: Mengajar Lewat Video Jadi Tuntutan Ratusan Guru di Bombana
Setelah tim merampungkan laporannya, Dikmudora akan menyampaikan hasil verifikasi pada Wali Kota Kendari, untuk memutuskan sekolah mana yang akan menjadi sampel belajar tatap muka.
"Minggu ini saya akan menghadap pak Wali Kota, semua hasil verifikasi kami akan serahkan dan nanti beliau yang memutuskan. Kalau permintaan kepala sekolah, delapan-delapannya ingin jadi sampel," tuturnya.
Selain kedelapan sekolah, terdapat satu sekolah yang juga bersedia belajar tatap muka yakni, SMPN 21. Namun sekolah itu tidak melalui verifikasi karena kondisi sekolah yang memungkinkan dilakukan proses belajar mengajar tatap muka.
SMPN 21 Kendari terletak di daerah zona kuning (tidak ada kasus COVID-19) di Kelurahan Abeli Dalam dan tidak memiliki jaringan internet. Selain itu, sekolah baru itu hanya memiliki 33 siswa di semua tingkatan. (B)
