Ia menegaskan, keputusan ikut berdagang bukan karena ingin punya penghasilan tambahan, melainkan karena penghasilan suami yang memang kurang untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga.

“Kalau cuma tunggu dari suami, tidak cukup. Jadi saya bantu supaya semua bisa terpenuhi seperti biaya sekolah anak, makan, kebutuhan rumah,” lanjutnya.

Selain pedagang ikan, banyak juga perempuan lain yang berjualan sayur, sembako dan peralatan rumah tangga. Seperti Lina, penjual sayur yang sudah hampir 5 tahun membuka lapak di Pasar Wayong.

Baca Juga: Pipa Utama PDAM Kota Kendari Bocor dan Ganggu Distribusi ke Pelanggan

“Kalau tidak turun ke pasar, dapur tidak berasap. Saya jualan sayur dari subuh, tapi tetap urus rumah juga. Namanya ibu-ibu, harus bisa bagi waktu,” ujar Lina.