Menurutnya, banyak perempuan di pasar ini menjalani peran ganda bukan karena hobi berdagang, melainkan karena kebutuhan yang mendesak. Meski lelah, mereka tetap semangat karena tahu untuk siapa mereka bekerja.

“Capek iya, tapi demi keluarga. Anak-anak bisa sekolah, makan cukup, itu yang bikin saya kuat,” tambahnya.

Pasar Wayong pun menjadi gambaran nyata bagaimana perempuan menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi lokal. Dari penjual ikan hingga sayur, mereka mengisi ruang-ruang pasar dengan semangat kerja keras dan cinta untuk keluarga. (B)

Penulis: Rara Waode

Editor: Kardin