Keputusan untuk menempatkan pasukan dalam keadaan siaga datang di tengah meningkatnya ketegangan di Eropa timur, ketika Barat dan NATO menuduh Rusia mempersiapkan invasi ke Ukraina.

Selain itu, Rusia dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 120.000 tentara di perbatasannya dengan bekas Republik Soviet, di samping pengerahan massal tank dan artileri.

Baca Juga: Begini Cara Mohammed Bin Salman Habiskan Uang, Bikin Sakit Kepala

Penumpukan serupa telah terlihat di Belarus, tepat di utara Ukraina. Dalam kedua kasus tersebut, Rusia menyangkal mempersiapkan invasi, dan mempertahankan pasukannya di sana untuk latihan rutin.

Sementara itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell berusaha untuk menenangkan ketakutan Barat atas krisis Ukraina, setelah pembicaraannya dengan diplomat tinggi AS, Antony Blinken.