"Kami berharap ratusan rumah di empat desa yang belum teraliri listrik PLN bisa direalisasikan hingga 2024 mendatang," pungkasnya.

Sebelumnya, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin saat mengaktifkan sambungan Bantuan Pasang Baru Listrik Baru (BPBL) di Desa Rante Limbong, Kecamatan Lasusua, Jumat (23/12/2022) menuturkan, kali ini 1.046 sambungan RT miskin tersebar di 14 kabupaten/kota.  

"Kolaka Utara mendapat jatah terbanyak yakni sejumlah 362 sambungan, Kolaka 255, disusul Kabupaten Muna 208 sambungan," jelasnya.

Kata dia, secara Rasio Elektrifikasi (RE) Triwulan III tahun ini di Sulawesi Tenggara telah mencapai 98,66 persen. Khusus di Kolaka Utara, RE itu dikemukakan sebesar 98,62 persen dan masih ada empat desa yang belum mendapat sambungan.

"Di sisi lain memang sulit dijangkau. Tapi kami upayakan proposalnya yang diajukan bisa disetujui untuk 2023," ujarnya.