Sebagai upaya pelestarian bahasa-bahasa daerah tersebut, berbagai upaya Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara menyusun program penelitian dan pembinaan melalui kegiatan vitalitas, konservasi, dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah yang ada. Selain itu juga dilakukan inventarisasi kosakata bahasa daerah.
Kepala Kantor Bahasa Sultra berharap penggunaan bahasa daerah terus ditingkatkan dengan mewujudkan trigarta bangun bahasa.
"Saya berharap upaya pemertahanan bahasa daerah dapat terus ditingkatkan. Salah satu kegaitan yang juga dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara adalah melalui program tunas bahasa daerah. Mari kita wujudkan trigatra bangun bahasa, yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing," tuturnya.
Berdasarkan hasil pemetaan bahasa daerah di Sulawesi Tenggara, ada sembilan bahasa daerah selain bahasa pendatang yang terdapat di Sulawesi Tenggara, yaitu Culambacu, Cia-cia, Kulisusu, Lasalimu-Kamaru, Moronene, Muna, Tolaki, Wolio, dan Pulo.
Berikut 9 Bahasa dan pemetaannya.
