JAKARTA, TELISIK.ID - Masyarakat dunia kini menyoroti Sri Lanka usai mengalami krisis ekonomi yang tengah dihadapinya saat ini.

Dikutip dari sindonews.com, Sri Lanka dinyatakan gagal membayar utang luar negeri (ULN) yang mencapai US$ 51 miliar atau Rp 754,8 triliun (kurs Rp 14.800).

Akibat dari kegagalan tersebut, ekonomi dari negara berpenduduk 22 juta orang itu pun runtuh hingga dicap bangkrut.

Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa mengundurkan diri dari jabatannya setelah pengunjuk rasa menyerbu kediaman resminya dan membakar rumah perdana menteri (PM).

Dikutip dari tirto.id, akibat gagal bayar utang, Sri Lanka kekurangan komoditas bahan bakar. Karena tidak mampu untuk melakukan impor.