Salah seorang warga Kendari, Suwarni (39), di Jalan PDAM, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, yang saat itu tangah menyapu halaman rumahnya mengaku hanya sekedar membersihkan balihoh yang terpaku di pepohonan pekarangan rumahnya.

Baca Juga: Biaya Pengobatan Bocah yang Terkena Peluru Nyasar Ditanggung Polda Sulawesi Tenggara

“Saya cuma bersih-bersihkan halaman rumahku, karena kalau balihoh yang kecil-kecil begini mau diapakan juga. Kecuali kalau yang besar bisa dipakai, seperti di depan lorong juga ada itu balihoh besar kan banyak yang sudah mereka bongkar, bisa dijual itu,” ucapnya, Minggu (11/2/2024).

Ketua Bawaslu Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Banne mengatakan, masa tenang ini Bawaslu menekanan agar semua APK sudah dibersihkan, kemudian tidak ada lagi kegiatan berkategori kampanye sehingga semuanya siap memilih.

Ia juga mengatakan, yang membersihkan APK adalah peserta pemilu itu sendiri, apabila tak kunjung dibersihkan maka pemebersihan akan dilakukan oleh pihak berwenang.