Perubahan ini memberi kesempatan bagi siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler secara lebih optimal di sore hari.
Abdul Wahid menilai pengaktifan ekstrakurikuler sebagai kunci pembentukan karakter sekaligus pencegahan perilaku negatif di kalangan pelajar.
Sejumlah kegiatan yang sebelumnya tidak berjalan kini kembali dihidupkan, termasuk drum band yang rutin tampil dalam upacara bendera.
“Kalau anak-anak tidak punya kegiatan positif, mereka akan mencari kegiatan lain di luar. Itu yang berbahaya,” tegasnya.
Selain drum band, SMPN 1 Kendari juga mengembangkan Pramuka, seni tari, paduan suara Spensa Voice, PMR, UKS, hingga kegiatan seni dan akademik lainnya.
