Di sisi lain, Abdul Wahid menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan.
Ia mendorong guru tidak hanya menjalankan kebijakan, tetapi memahami dasar regulasi dan mampu menjelaskannya kepada masyarakat.
“Saya ingin guru-guru SMP 1 bukan hanya penerima informasi, tapi juga pemberi informasi yang paham landasan aturannya,” ujarnya.
Penguatan kompetensi guru dilakukan melalui workshop pembelajaran mendalam agar selaras dengan potensi akademik siswa yang dinilai sudah sangat baik.
Perubahan juga menyentuh budaya kepemimpinan siswa. Abdul Wahid memberi perhatian pada hal-hal sederhana, seperti susunan petugas upacara, penggunaan bahasa Indonesia dan Inggris oleh pembawa acara, hingga keberanian siswa tampil sebagai pemimpin.
