Siswa diperbolehkan membawa ponsel dengan aturan ketat, disertai sanksi kolektif agar tumbuh tanggung jawab bersama.
“Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan,” katanya.
Ke depan, Abdul Wahid menargetkan SMP Negeri 1 Kendari tidak hanya unggul di tingkat kota, tetapi menjadi teladan pendidikan di Sulawesi Tenggara.
“Kita punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita menjaganya, meningkatkan, dan memastikan semua tumbuh bersama,” pungkasnya. (C-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
