Menurutnya, jika dilihat dari minat baca anak-anak SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa, banyak yang bisa berbahasa Indonesia namun belum tentu memiliki kaidah yang baik dan benar.
Sehingga melalui program-program seperti Literasi Rumah Sakit Jiwa, Literasi Lapas Anak, Literasi Ceria dan Literasi Tanjung Tiram diharapkan dapat meningkatkan minat literasi di Sulawesi Tenggara.
Sebelumnya, seleksi Pemilihan Duta Bahasa Sulawesi Tenggara ini dimulai sejak April-Mei, kemudian terpilihlah 130 orang pendaftar yang kemudian diseleksi lagi melalui tiga tahapan hingga terpilih 20 finalis.
“Untuk penilaiannya sendiri dimulai dari wawancara kepribadian, pengetahuan mengenai bahasa Indonesia, bahasa daerah hingga bahasa asing yang mana semuanya diakumulasikan pada malam final ini,” kata Fandi Hasib, salah satu dewan juri Dubas Sultra.
Baca Juga: PT Pos Indonesia Buka Lowongan Kerja Bagi Lulusan SMA hingga S1, Simak Persyaratannya
