“Kacang goreng, kacang rebus, masih panas!” begitu serunya dengan suara khasnya kepada orang-orang yang ia temui di jalan.
Meskipun pendapatannya tidak besar, Abe merasa puas. Baginya, senyum pembeli yang menikmati kacang goreng hasil olahannya adalah hadiah terbesar. Ada yang membeli untuk camilan sore, ada pula yang membelinya sebagai teman minum teh.
Kacang goreng Abe memang terkenal karena rasanya yang gurih dan renyah, hasil racikan bumbu rahasia yang telah ia warisi dari ibunya.
Hari demi hari, tahun demi tahun, meskipun tubuhnya semakin lelah, Abe terus berkeliling dengan penuh semangat. Ia percaya bahwa setiap langkah yang ia ambil membawa kebahagiaan kecil bagi banyak orang, dan itu sudah cukup membuat hidupnya berarti.
Baca Juga: Bachrun Minta Pendukung Tidak Mengumbar Euforia Berlebihan
