Sebagai bagian dari panitia penyelenggara, Abu Hasan memastikan bahwa ia tetap profesional dan menjunjung tinggi netralitas panitia dalam menyelenggarakan Musda.

Ia juga menyampaikan, mekanisme pemilihan ketua terbuka untuk dua opsi, yakni voting maupun aklamasi, dan keduanya harus dilakukan di dalam forum Musda.

"Tidak ada keputusan di luar forum Musda. Semua berlangsung sesuai prosedur dan transparan," katanya.

Soal dukungan, Abu Hasan menyebut komunikasi telah dibangun sejak jauh hari, terutama melalui perannya sebagai pengurus DPD I, serta keterlibatannya dalam berbagai agenda politik seperti Pileg dan Pilpres. Namun, ia mengakui dukungan konkret baru akan terlihat setelah proses pendaftaran rampung.

"Yang memilih itu bukan hanya DPD II atau DPC. Ada juga suara dari DPP, DPD I, dan organisasi sayap. Semua akan melihat visi-misi, rekam jejak, dan kapasitas calon dalam forum Musda," jelasnya.