Apabila dia melihat mani di tempat tidur yang tidak ada orang lain yang tidur  di sana selain dirinya, wajib atasnya mandi dan mengulangi salat sejak waktu terakhir dia tidur di sana.

Apabila dia melihat mani di tempat tidur yang dia tidur di sana, juga orang lain, itu tidak mengharuskannya mandi; sebab, mandi tidak menjadi wajib karena adanya ragu, tetapi lebih utama baginya untuk mandi.

Mani dinamakan mani karena dituangkan, yakni dicurahkan. Mani bisa dikenali dengan keluarnya melalui dorongan-dorongan, berwarna putih kental.

Allah Ta’ala berfirman, “Dia diciptakan dari air yang memancar.” (Ath-Thâriq: 6)

Atau adanya rasa nikmat dengan keluarnya, disertai dengan melemasnya penis dan padamnya syahwat setelahnya kendati tidak memancar karena sedikitnya (walau setetes) atau keluar disertai warna darah karena banyaknya jimak. Baunya seperti aroma adonan beragi jika masih basah atau aroma putih telur ketika kering.