Tetap wajib mandi meskipun yang bersangkutan tidak merasakan kenikmatan atau tidak memancar (seperti ketika keluar darinya usai mandi), sama saja dalam hal itu pria dan wanita. Tidak disyaratkan terkumpulnya karakteristik-karakteristik itu; cukup satu saja. Jika tidak ada seluruh karakteristik tersebut maka tidak ada mandi atasnya karena itu bukanlah mani. Telah dikemukakan bahwa mani itu suci. Mani wanita agak kekuningan, tipis, terkadang agak putih.

Wajib mandi karena jimak dan keluarnya mani di mana dalam kondisi itu, yang bersangkutan mengalami kelelahan, keletihan, rasa lemas, dan penat. Disyariatkannya mandi dapat mengembalikan kepadanya kekuatannya.

Mandi dapat menghilangkan rasa malas dari tubuh, memperbarui kebugaran, mengembalikan vitalitas, dan memberikan energi untuk tetap fit beraktivitas. (B)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali