"Meskipun gurunya yang terkonfirmasi, namun tetap kami online-kan, karena kami tidak mau ambil risiko," jelas Dr. Suriyadi.
Ia menambahkan, proses pembelajaran online ini dipastikan tidak akan berlangsung lama dan bersifat sementara. Jika sudah kondusif, PTM sudah bisa dilakukan kembali. Sementara bagi sekolah yang tidak memiliki klaster, tetap melakukan PTM.
"Belajar online-nya hanya beberapa hari, terus PTM kita buka kembali," tambahnya.
Baca Juga: Lama Vakum, PMI Muna Akhirnya Bangkit Kembali
Dengan adanya kasus baru di lingkungan pendidikan itu, pihaknya bersama Dinas Kesehatan akan terus berupaya untuk lebih mempercepat proses vaksinasi terutama pada anak usia 6 -11 tahun.
