"Tadi waktu pemeriksaan penyidik hanya fokus di isi jejak digital chatingan itu yah. Memang ada tapi bukan dengan istri bupati," tekannya lagi.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Manggarai Lambertus Paput membenarkan adanya ketetlibatan THL dalam kasus dugaan suap itu. Tetapi bukan dengan istri bupati.
"Saya sudah periksa Rio Senta. Dia mengaku itu atas inisiatifnya sendiri untuk kepentingan pribadinya dengan sengaja menjual nama istri bupati agar posisi tawarnya kuat," kata Kadis Paput.
Sebelumnya berdasarkan pengakuan Adrianus bahwa ia ditemani Rio Senta menyerahkan uang Rp 50 juta ke Meldy Hagur melalui bendahara Toko Monas pada 14 Juni 2022 lalu.
Setelah uang itu diserahkan ke Toko Monas, kata Adrianus, ia pun disuruh oleh Rio Senta mengirim pesan WhatsApp ke Meldy Hagur dengan memakai kode "Kemiri" untuk memberitahu bahwa uangnya sudah disetor.
