Dalam analisisnya, Yusak menyebut bahwa sektor perekonomian menjadi salah satu bidang yang perlu mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo jika reshuffle benar-benar dilakukan.
Evaluasi terhadap kementerian yang berperan penting dalam sektor ekonomi dinilai menjadi langkah yang harus dipertimbangkan.
Baca Juga: Heboh Menkeu Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Prabowo, Begini Jawabannya
Pos-pos kementerian yang dianggap perlu dievaluasi antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Kementerian Pariwisata.
"Merosotnya IHSG, melemahnya rupiah, dan potensi menurunnya perputaran uang pada lebaran 2025 atau lesunya ekonomi lebaran patut menjadi perhatian presiden atas kinerja sektor ekonomi," kata Yusak.
