Meski menilai Kementerian ESDM perlu dievaluasi, Yusak ragu bahwa Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle terhadap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Ia menilai posisi Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Golkar membuatnya memiliki posisi politik yang kuat dalam pemerintahan.

"Khusus Menteri ESDM, saya ragu Presiden Prabowo berani mereshuffle Bahlil. Prabowo sangat mengandalkan dukungan Golkar, sementara Golkar kerap pasang badan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahan Prabowo. Ini yang membuat posisi Bahlil sebagai ketum Golkar sangat seksi, apalagi ada bayang-bayang Jokowi," kata Yusak.

Selain sektor perekonomian, evaluasi terhadap kinerja Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) juga dinilai penting. PCO berperan sebagai ujung tombak komunikasi strategis pemerintah, sehingga kinerjanya harus diperhatikan.

"Saya kira juga layak dievaluasi," kata Yusak.

Menurut Yusak, salah satu alasan evaluasi terhadap PCO adalah kinerja para juru bicara presiden yang dinilai belum optimal dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai komunikasi publik yang dilakukan oleh juru bicara kerap kali menimbulkan blunder yang dapat merugikan pemerintahan Prabowo.