"Sejak awal bekerja, jubir-jubir presiden ini belum menunjukkan performa kinerja yang bagus dan sering membuat blunder dengan pola komunikasi publik yang buruk. Akibatnya, Presiden Prabowo yang dirugikan," kata Yusak.

Yusak menegaskan bahwa Presiden Prabowo perlu memiliki keberanian dalam melakukan evaluasi terhadap jajaran kabinetnya. Menurutnya, kabinet yang gemuk harus diisi oleh individu-individu yang benar-benar mampu menerjemahkan visi dan misi pemerintahan secara cepat dan tepat.

"Sebaiknya Presiden Prabowo tidak boleh takut mengganti anak buahnya yang tidak bisa bekerja cepat. Kabinet gemuk harus diisi orang-orang yang bisa menerjemahkan visi Prabowo dengan benar dan cepat supaya tidak menjadi beban pemerintahan," kata Yusak.

Sementara Akademisi Rocky Gerung juga menyoroti kemungkinan reshuffle kabinet setelah Lebaran. Menurutnya, setelah perayaan Hari Raya, akan muncul berbagai spekulasi mengenai siapa saja yang berpotensi digantikan dalam jajaran pemerintahan.

"Ini akan ada kasak-kusuk pasti itu soal reshuffle akan ada kirim mengirim sinyal, soal siapa yang layak untuk diganti siapa yang layak untuk mengganti. Ada libur panjang tapi politik tidak libur apalagi Pak Prabowo," kata Rocky Gerung dikutip dari akun YouTube-nya Rocky Gerung Official.