Rocky menilai bahwa Presiden Prabowo harus memperhatikan berbagai situasi yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Kinerja sejumlah menteri yang menuai kritik publik menjadi salah satu indikator yang dapat dijadikan bahan evaluasi oleh kepala negara.
"Jutru dalam keteduhan liburan ini, peristiwa-peristiwa di hari-hari yang lalu, ketika komunikasi politik buruk ketika viral, terus yang mengolok-olok kekuasaan," lanjutnya menambahkan.
Ia menegaskan bahwa berbagai bentuk kemarahan publik yang muncul di media sosial atau aksi demonstrasi harus menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi kinerja jajaran kabinet.
"Semacam PR dari Presiden Prabowo untuk memikirkan ketika hiruk pikuk dan tekanan publik terhadap beberapa menteri atau beberapa pejabat istana itu diajukan oleh netizen maka itu adalah ekspresi yang jujur ekspresi kemarahan, bahkan ekspresi sinisme," pungkasnya.
Baca Juga: Jejak Karir Amalia Adininggar Widyasanti: Kepala BPS Pertama di Kabinet Prabowo
