Baca Juga : Mahasiswi Kendari Ketipu Polisi Gadungan
Basrim melanjutkan, saat itu pembicaraan semakin panjang, hingga tiba-tiba Haris mengatakan bahwa ada anggotanya yang meminta uang 3 juta agar anaknya bisa lolos PPK.
"Saat dia bilang ada anggotanya, saya tidak mengerti apa maksudnya. Akhirnya saya tanya ulang maksud dari kata anggota itu apa? Dia jawab bahwa dia punya anggota orang KPU yang bisa loloskan anak saya dengan membayar uang Rp3 juta," ungkap Basrim.
Mendengar permintaan itu, Basrim menolak membayar karena dia tidak punya uang. Ditambah dia tidak mengerti persoalan yang ada. Karena setahu dia, anaknya tidak pernah megatakan kalau mau mendaftar PPK.
Baca Juga : Pemkab Muna dan ORI Polisikan Akun Abdul Rahman Ntarawe
