Pemerintah juga melakukan penataan ulang terhadap penerima manfaat program. Langkah itu mencakup evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang dinilai belum masuk kategori prioritas penerima MBG berdasarkan data yang dimiliki pemerintah.
"Kemudian akan terjadi apa yang disebut dengan kesepakatan, atau sekolah apakah termasuk layak atau prioritas untuk menerima MBG atau tidak, kan begitu karena memang sejak awal standar operasional prosedurnya seperti itu," kata Prasetyo.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan adanya pembengkakan jumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berdampak pada kebutuhan anggaran program.
"Rencana awal titik itu 21 ribu, tetapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Ada membengkak 6.877 titik," ujar Zulhas.
Menurutnya, penambahan titik layanan juga terjadi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Dari target awal sebanyak 2.000 titik, jumlahnya meningkat menjadi 8.617 titik.
