"Perlu penataan yang menyeluruh oleh Kepala BGN dan manajemen yang baru untuk membenahi program yang sangat penting," ujar Zulhas.
Baca Juga: Duit MBG Mandek, Ratusan SPPG di Sejumlah Wilayah Indonesia Keok
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah efisiensi guna memastikan program tetap berjalan tanpa menambah beban keuangan negara. Salah satu langkah yang ditempuh adalah moratorium pembukaan titik layanan dan dapur baru.
Saat ini tercatat terdapat 27.877 titik dapur operasional yang terdaftar melalui virtual account. Seluruh titik tersebut akan ditata kembali untuk menyesuaikan kapasitas layanan dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing daerah.
Pemerintah menegaskan bahwa evaluasi dan penataan ulang Program Makan Bergizi Gratis dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program serta memastikan penggunaan anggaran negara berjalan lebih terukur dan tepat sasaran. (C)
