Namun ketika krisis ekonomi Jepang melanda pada tahun 1992, perusahaan tidak mampu lagi membiayai liburan perusahaan yang mewah bagi para pekerja, dan para pembelanja kelas atas berhenti mengunjungi pulau ini.
Sebagai akibatnya, banyak perusahaan di Jepang yang tidak lagi menyediakan liburan mewah bagi para pekerjanya. Hal inilah yang membuat penduduk Watakano sepi pengunjung dan seiring berjalannya waktu, pulau tersembunyi ini pun ditinggalkan penghuninya. Para pekerja seks di sana pun satu per satu memilih untuk pindah dan mencari tamu di luar kota.
Baca Juga: Sebelum Tidur dengan Pasangan, Pria Suku Ini Wajib Tinggal dengan Kambing
Tidak hanya itu, perubahan undang-undang di Jepang juga menjadi faktor kehancuran Pulau Wakatano. Jepang secara resmi melegalkan bisnis perempuan penghibur pada 1998, meski bentuk prostitusi yang melibatkan hubungan badan masih dilarang sampai saat ini.
Dengan demikian, untuk menggunakan jasa pekerja seks, tidak perlu repot-repot datang ke Pulau Watakano. Pasalnya, para perempuan tersebut bisa dipesan melalui telepon. (C)
