Namun canda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tidak berlebih-lebihan, tetap ada batasannya. Bila tertawa, beliau Shallallahu alaihi wasallam tidak melampaui batas tetapi hanya tersenyum. Begitu pula, meski dalam keadaan bercanda, beliau tidak berkata kecuali yang benar.
Aisyah r.a mengatakan, "Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum (Tafsir al-Qur`anil-‘Azhim, Imam Ibnu Katsir).
Dilansir dari Republika.co.id, dari Hasan r.a, dia berkata, ada seorang perempuan tua yang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya memasukkanku ke dalam surga.
"Rasulullah SAW menjawab, wahai Ummu fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki oleh orang yang sudah tua renta.”
Perempuan itu pun berpaling sambil menangis. Lalu, Rasulullah SAW bersabda, "Beri tahu dia kalau dia tidak akan masuk surga dalam keadaan sudah tua renta. Sebab, Allah SWT berfirman, Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta, lagi sebaya umurnya.” (QS Al-Waqiah [56]: 35-37). (HR Tirmidzi).
