KENDARI, TELISIK.ID - Sebagai hamba, manusia pasti tak luput dari dosa. Namun Allah dengan sifat Maha Pengampun, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang-Nya, memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bertaubat.
Melansir Tribunnews.com, taubat dalam bahasa arab berarti kembali. Sedangkan secara Syar'i, taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allah, menganggapnya buruk, menyesalkan perbuatan maksiatnya, bertekad kuat untuk memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki.
Dapat disimpulkan, taubat adalah kembali kepada Allah SWT dengan melepaskan hati dari belenggu yang membuatnya terus menerus melakukan dosa lalu melaksanakan semua hak Allah.
Taubat hakikatnya adalah perasaan hati menyesali perbuatan maksiat yang sudah terjadi, lalu mengarahkan hati kepada Allah di sisa usianya serta menahan diri dari dosa. Wujud nyata dari bertaubat adalah melakukan amal shaleh dan meninggalkan larangan-Nya.
Allah akan membuka pintu ampunannya dengan luas bagi siapa saja yang menyesali perbuatan dosanya. Sebagaimana dalam firman-Nya:
