Dalam bidang Ilmu Fiqh dan ushul Fiqh ia belajar daru Syaikh ar-Rabithi (mufti Libya) dan Syaikh Wahbah az-Zuhaili (Ulama Syiria). Mendalami ilmu lughah antara lain melalui Syaikh Abdul Lathif as-Syuwairif (Pakar bahasa Dunia, anggota majma’ al-lughah) dan Dr. Abdullâh Ustha (Pakar Nahwu dan Sharaf). Ilmu tarikh dipelajarinya antara lain dari Ammar al-Liibiy (Sejarawan Libya).
Setelah dari Libya, dia memutuskan kembali ke Indonesia pada tahun 2011. Ia mula-mula mengkhidmatkan ilmunya di Pondok Pesantren Al Quran al-Hikmah Lebak Bulus. Dua tahun setelahnya hijrah ke Bekasi dan mendirikan lembaga yang bergerak pada bidang studi Islam dan pengembangan dakwah, Quantum Akhyar Institute.
Baca juga: Najwa Shihab: Mendobrak Kemapanan
Tak hanya itu, ia memasifkan dakwah di era menjamurnya media saat ini, pada 2016 bersama dua sahabatnya ia mendirikan Akhyar TV. Tujuannya adalah sebagai media dakwah utama.
Sejak kecil Adi dikenal sebagai siswa berprestasi. Sejak di TK Pertiwi Pandeglang, ia sebagai peserta didik terbaik. Begitu juga saat sekolah dasar. Ia juga dimasukkan dalam kelas unggulan.
