Oto lewat usulannya berperan memasukkan ruh satunya Polisi Nasional melalui PPKI. Jasin dengan sikapnya yang kukuh bergeming, terutama ketika dihadapkan  dengan “penyusupan” komunis, kemudian atas jasa-jasanya ditetapkan sebagai orang I dari Polri menjadi Pahlawan Nasional. Ia juga dikenang sebagai “Bapak Brimob” – polisi dengan kapasitas tempur.

Kemudian, Kepala Kepolisian Negara (KKN) I, R.S. Soekanto yang sangat berperan meletakkan dasar-dasar Polisi Nasional yang modern. Seperti halnya Jasin pada 2015, lima tahun kemudian Soekanto juga ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Pahlawan Nasional (2020).

Selain keduanya, tentu masih banyak lagi sosok-sosok pejuang di zamannya yang telah memberi sumbangsihnya bagi terbentuk dan tetap eksisnya Polri hingga kini.

Pendidikan adalah salah satu ciri keinginan maju menjadi modern. Soekanto adalah sosok peletak dasar-dasar Polisi Indonesia sebagai polisi nasional yang profesioal dan modern.

Sebagai KKN I, ia yang memulai pembentukan fungsi-fungsi dalam tubuh Polri. Antara lain ada polisi reserse, lalu-lintas, dan perintis (kini Sabhara). Soekanto juga mengirimkan para perwira polisi sebagai peninjau atau melanjutkan pendidikan kepolisian di luar negeri.