Baca Juga: Terima Kasih Jurnalistik, Buku Itu Telah Tersaji
Secara awam, kata gaya pada larangan tampil bergaya mewah di medsos (apalagi di muka umum), gampang menimbulkan kesan menutup-tutupi yang sesungguhnya di balik itu. Padahal, yang dibutuhkan keteladanan yang sungguh-sungguh teladan. Bukan bergaya kere, di balik itu rakus menumpuk kekayaan dengan cara “menggadaikan” jabatan. Lebih parah lagi, bila dengan wibawa jabatan “tak acuh tapi mau”, kemudian mendiamkan saja seolah sesuatu yang salah sudah biasa terjadi, asalkan bisa meraup keuntungan pribadi dan tak sampai ketahuan publik.
Jadi, yang dibutuhkan yaitu mereka yang sungguh-sungguh tidak memerkaya diri dengan cara tidak sah; menyadari bahwa sebagai pejabat bekerja berdasarkan keahlian, ketentuan, integritas, dan moral. Profesional! Sehingga, buahnya dirasakan oleh masyarakat yang dilayani, karena mereka merasa menemukan teladan konkret dari guru sejati (baca: pendidik). Pada porsinya, mereka tidak pamer sehingga publik tak terpancing men-“gebyah uyah” bahwa semua pejabat negara korupsi. Hilanglah istilah “tempat basah” atau “tempat kering”.
Museum Pendidikan
Tahun 2023 Polri kembali melakukan pemberian “Hoegeng Award” bagi polisi-polisi Indonesia. Polanya sama dengan pertama kali ketika tahun sebelumnya di adakan. Masyarakat memasukkan nama-nama polisi yang mereka usulkan. Kemudian, dewan juri menominasikan, sebelum sampai tahap memutuskan mereka yang patut menerima “Hoegeng Award” pada 14 Juli 2023.
