Novel ini mengisahkan bagaimana seorang pejabat terlibat korupsi di tahun 1953. Awalnya, ia jujur. Hidup apa adanya. Tetapi, lama-lama tak tahan berlanjut dilanda morat-maritnya ekonomi rumah tangga. Gelap mata, korupsilah dia dalam pengadaan barang.

Enak rupanya, perbuatan korupsinya terus ia kembangkan. “Penyakitnya” kian membengkak sejalan perilaku yang tak lagi menggubris kehidupan rumah tangga, setelah berpaling ke lain wanita simpanan di Bogor, Jabar. Ujungnya, ia terjebak oleh   perbuatannya sendiri. Jadilah dia seorang koruptor.

Tampaknya, Pram mengadaptasi kejadian sebenarnya pada setting 1953. Jika benar, bisa saja mengundang tafsir bahwa sejak 70 tahun lalu pejabat negara sudah hidu bergelimang korupsi. Kronis!  

Role Model

Di negeri yang banyak manusianya cenderung salah kaprah menerjemahkan keteladanan ini, memang masih kurang banyak pejabat yang layak menjadi role model kejujuran dan kesederhanaan